SELAMAT DATANG DI BLOG KEROHANIAN DHARMA http://www.dharmasakya.blogspot.com
BAGI YANG MAU MENDENGAR CD MOTIVATOR NO. 1 DI INDONESIA Bpk ANDRIE WONGSO DAPAT HUB PIN: 266806FA DAN 2AFE5BB1

Makna Perayaan Imlek

Dalam jutaan orang Tionghoa yang ada di dunia ini, ternyata yang mengetahui sejarah dan asal usul Tahun Baru Imlek memang tidak banyak. Biasanya mereka hanya merayakannya dari tahun ke tahun bila kalender penanggalan Imlek telah menunjukan tanggal satu bulan satu. Jenis dan cara merayakannya pun bisa berbeda dari satu suku dengan yang lain.

Hal ini dikarenakan luasnya daratan Tiongkok dengan beraneka ragamnya kondisi alam, lingkungan baik secara geografis maupun demografis, belum lagi secara etnis. Ada yang dimulai dengan sembahyang kepada Thian dan para Dewa, serta leluhur, ada pula yang dimulai dengan makan ronde, maupun kebiasaan-kebiasaan lain sebelum saling berkunjung antar sanak saudara sambil tidak lupa membagi-bagi “Ang Pau” untuk anak-anak, yang tentu saja menerimanya dengan penuh kegembiraan.

Kebijaksanan = Panna

Delapan jalan utama dapat di bagi dalam tiga bagian utama yaitu Sila, Samadhi dan Panna. Panna atau kebijaksanaan ini sangat memegang peranan penting dalam Buddhism.
Kebijaksaan atau Panna yang dimaksud adalah kebijaksaan tinggi. Kebijaksanaan dalam agama Buddha dapat dibagi dalam tiga level (Lihat Jenis Kebijaksanaan) yaitu:
1. Sutta Maya Panna. Kebijaksanaan ini adalah kebijaksanaan yang umum kita kenal. Kebijaksanaan ini di dapat karena hasil proses mendengar maupun membaca.
2. Cinta Maya Panna. Kebijaksanaan yang diperoleh karena berpikir. Berpikir disini adalah berpikir secara phisik bukan batin. Level kebijaksanaan ini lebih tinggi dari Sutta Maya Panna. Namun tetap ada keterbatasan karena ada banyak kasus yang tidak bisa dipecahkan oleh pikiran biasa.

Guna Guna Santet Pelet

Masalah Guna Guna, Santet, Pelet, Black Magic, Ilmu Hitam atau apalah namanya yang mengarah kesana, muncul kembali kedalam wacana masyarakat karena kasus perseteruan antara Adi Bing Selamet dengan Eyang Subur akhir akhir ini. DPR pun sibuk bersidang untuk membuat undang undang tentang santet.

Dalam agama Buddha ilmu semacam ini dikategorikan sebagai Tirachana Vijja yang artinya ilmu binatang atau ilmu rendahan. Bapak Cornelis Wowor dalam ceramah Dhammanya di Vihara Pluit Dharma Sukha menjelaskan bahwa di India, sebelum pangeran Sidharta menjadi Buddha, ilmu semacam ini pun sudah ada.

Evaluasi Akhir Tahun

    Evaluasi akhir tahun lazim dilakukan oleh sebuah perusahaan  untuk menilai kinerja perusahaan selama setahun. Sayangnya kita sering lebih memberikan perhatian kepada hal-hal materi diluar kita. Melupakan hal penting untuk diri sendiri. Kita jarang malah hampir tidak pernah melakukan evaluasi akhir tahun terhadap diri kita sendiri.

     Kalaupun kita melakukan evaluasi akhir tahun terhadap diri sendiri, itu lebih banyak berkaitan dengan yang bersifat materi ataupun harta benda, misalnya dengan melakukan pelaporan pajak setiap tahun. Kita mengevaluasi harta kekayaan kita apakah bertambah, berkurang. Apakah tahun ini penghasilan saya bertambah atau malah berkurang.

HARI BESAR AGAMA BUDDHA


A. Hari Raya Wâisak (Vesâkhâ Pûja)
     Hari Raya Waisak pada umumnya jatuh pada purnamasidhi di bulan Mei, namun kadangkala pada hari-hari pertama bulan Juni bila jatuh pada tahun kabisat lunar.
Hari Waisak dijuluki pula “Hari Trisuci Waisak” karena pada hari itu umat Buddha sedunia memperingati Tiga Peristiwa Agung yang terjadi pada zaman kehidupan Sang Buddha Gotama lebih dari 2500 tahun yang lalu.

Tiga Peristiwa Agung tersebut adalah:

JANGAN CARI ALASAN MENUTUPI KEGAGALAN

JANGAN CARI ALASAN MENUTUPI KEGAGALAN, TETAPI CARILAH CARA UNTUK KEBERHASILAN.

Jangan menutup-nutupi kelemahan dan kegagalan dengan berbagai alasan. Terima dan hadapi kegagalan itu sebagai sebuah pengalaman serta pelajaran hidup yang berharga agar bisa menjadi pedoman dan cara tepat untuk mencapai kemajuan dan keberhasilan.

KETIKA DALAM KEADAAN PUTUS ASA DAN MENDERITA

KETIKA DALAM KEADAAN PUTUS ASA DAN MENDERITA, LIHAT DAN RENUNGKAN KEADAAN DISEKITAR KITA


Ketika kita dalam keadaan sangat menderita dan putus asa, cobalah melihat dan merenungkan keadaan orang sekitar kita. Mungkin masih banyak yang lebih menderita daripada kita. Karena itu tetaplah tegar dan percaya diri, berpikir positif dan optimis, berjuang terus dan pantang menyerah.

DIDUNIA INI TAK ADA MASALAH YANG SULIT

DIDUNIA INI TAK ADA MASALAH YANG SULIT, HANYA CARA DAN PANDANGAN YANG SEMPIT.


Sesungguhnya, didunia ini tak ada masalah yang sulit, yang ada hanyalah cara berpikir dan pandangan kita yang sempit dan berbelit-belit. Maka itu kembangkanlah semangat toleransi dan cinta kasih kepada sesama yang dilandasi pengertian benar, niscaya semua masalah akan dapat diatasi dengan tepat dan bijaksana.
(NAVIGASI PAGE)